Lombok Utara (Shotnewstv.com) – Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara, Sahabudin, S.Sos., M.Si., menghadiri aksi penanaman pohon serentak dalam rangka “Gerakan Indonesia Asri” Polda Nusa Tenggara Barat di Dusun Todo Lauk, Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Jumat (14/8/2026). Aksi hijau yang dipimpin langsung oleh Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, S.I.K., tersebut merupakan bagian dari gerakan penanaman 10.000 pohon secara masif dan serentak di seluruh wilayah hukum jajaran Polda NTB.
Kegiatan penghijauan lingkungan ini turut dihadiri oleh jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab KLU, Danyon Brimob, Danramil, Kepala Desa Bentek, serta para tokoh masyarakat setempat. Kehadiran lintas unsur pimpinan daerah ini mempertegas komitmen bersama dalam mengawal daya dukung lingkungan di bumi Lombok Utara.
Pemilihan kawasan Dusun Todo Lauk di benteng bantaran sungai Desa Bentek sebagai lokasi penanaman dinilai memiliki bobot strategis dari kacamata ekologis. Kawasan alur sungai tersebut tergolong zona rawan banjir bandang dan erosi tanah, sehingga keberadaan vegetasi pohon berakar kuat sangat dibutuhkan sebagai benteng vegetatif alami penahan laju aliran air.
Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta menegaskan bahwa penanaman ribuan bibit pohon ini merupakan langkah konkrit institusi Kepolisian dalam mendukung pencapaian program Asta Cita Presiden. Langkah mitigasi lingkungan ini difokuskan untuk menjaga keseimbangan ekosistem daerah demi keberlangsungan hidup generasi mendatang.
“Jangan sampai nanti anak cucu kita hanya tinggal mendengar cerita bahwa di sini, khususnya di Desa Bentek, dulu pernah ada sungai dan pemukiman. Kita harus belajar dari peristiwa di daerah lain yang tergerus banjir bandang hingga desanya hilang akibat erosi. Untuk itulah hari ini kita menanam pohon agar alam tetap terjaga,” tegas Agus Purwanta.
Sementara itu, Sekda KLU Sahabudin memberikan apresiasi tinggi atas jalinan sinergi proaktif antara aparat kepolisian, TNI, dan pemerintah daerah. Menurutnya, masalah perubahan iklim dan ancaman bencana alam tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan aksi kolaboratif yang berkelanjutan.
Sahabudin menambahkan, kawasan Desa Bentek dan sekitarnya memiliki riwayat bentang alam yang memerlukan perlakuan konservasi khusus. Penanaman pohon di sepanjang bantaran sungai diharapkan mampu memperkuat struktur tanah, menurunkan risiko tanah longsor, serta melindungi pemukiman warga dari bahaya luapan air sungai saat musim penghujan.
Melalui Gerakan Indonesia Asri ini, institusi Polri dan TNI di Lombok Utara membuktikan reorientasi perannya di tengah masyarakat. Kehadiran aparat tidak sekadar berfokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), melainkan turut mengambil peran aktif sebagai garda terdepan dalam aksi penyelamatan lingkungan hidup.
Pemerintah Kabupaten Lombok Utara mendorong warga Desa Bentek dan komunitas pemuda lokal untuk turut menjaga serta merawat bibit pohon yang telah ditanam. Keterlibatan aktif masyarakat desa menjadi kunci utama agar program penanaman ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, melainkan tumbuh menjadi kawasan hutan lindung mini yang berfungsi optimal.
Aksi penanaman 10.000 pohon serentak ini menjadi bukti nyata konsolidasi penanganan isu lingkungan di NTB. Pemkab KLU berharap gerakan konservasi di bantaran sungai Todo Lauk ini dapat direplikasi di desa-desa rawan bencana lainnya demi mewujudkan Lombok Utara yang aman, hijau, dan berdaya tahan ekologis.(mu)
Share this content:
