Diikuti 204 Qori-Qoriah dari Delapan Desa, Wabup Kusmalahadi Minta Dewan Hakim MTQ Kecamatan Gangga Bekerja Objektif Serta Tekankan Pembinaan Adab dan Etika Anak Muda
Diikuti 204 Qori-Qoriah dari Delapan Desa, Wabup Kusmalahadi Minta Dewan Hakim MTQ Kecamatan Gangga Bekerja Objektif Serta Tekankan Pembinaan Adab dan Etika Anak Muda
Lombok Utara (shotnewstv.com) – Gema ayat-ayat suci Al-Qur’an membahana melingkupi Halaman Kantor Camat Gangga, Kabupaten Lombok Utara (KLU), pada Minggu malam (27/9/2026). Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, S.T., M.T., hadir secara langsung untuk membuka secara resmi Perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-11 Tingkat Kecamatan Gangga Tahun 2026. Pembukaan ajang syiar Islam berskala kecamatan ini berlangsung sangat khidmat, meriah, serta dipenuhi antusiasme tinggi dari ribuan warga masyarakat yang memadati arena utama penutupan dan pembukaan MTQ sejak petang hari.
Momen pembukaan MTQ ke-11 ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat daerah dan tokoh-tokoh penting di Kabupaten Lombok Utara. Tampak hadir di panggung kehormatan antara lain Anggota DPRD KLU Mahyudin, Camat Gangga Mahzan Zohdi, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah KLU H. Syamsudirman, S.Kep., jajaran Muspika Kecamatan Gangga, seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Gangga, Kepala KUA Kecamatan Gangga, para alim ulama, tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga pimpinan kafilah dari seluruh desa sasaran.
Pelaksanaan MTQ ke-11 Kecamatan Gangga Tahun 2026 ini tercatat diikuti oleh sebanyak 204 peserta terbaik yang merupakan perwakilan kafilah dari delapan desa se-Kecamatan Gangga. Selama beberapa hari ke depan, ratusan qori dan qoriah muda tersebut akan berlaga memperebutkan prestasi terbaik pada sembilan mata lomba dan cabang seni baca Al-Qur’an yang dipertandingkan. Persaingan sehat antar-kafilah desa ini dirancang untuk menjaring bibit-bibit unggul yang nantinya akan mewakili Kecamatan Gangga ke tingkat Kabupaten Lombok Utara.
Dalam pidato sambutannya, Wakil Bupati Kusmalahadi Syamsuri menegaskan bahwa penyelenggaraan MTQ jangan sampai dipandang sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an atau sebatas unjuk kebolehan olah vokal semata. Lebih dari itu, MTQ merupakan ikhtiar mulia bersama dalam membumikan nilai-nilai suci Al-Qur’an di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat. Wabup Kus menyampaikan bahwa perhelatan MTQ tingkat kecamatan di KLU telah berjalan secara berurutan, dimulai dari Kecamatan Bayan yang telah selesai dilaksanakan, disusul Gangga, dan akan dilanjutkan dengan pembukaan di Kecamatan Pemenang sebagai penutup rangkaian MTQ tingkat kecamatan tahun 2026.
Lebih jauh, Wabup Kusmalahadi menggarisbawahi urgensi pembentukan karakter generasi penerus bangsa melalui momentum Musabaqah Tilawatil Qur’an. Menurutnya, pemerintah daerah menaruh harapan yang sangat besar agar dari arena MTQ ini lahir generasi-generasi muda yang Qur’ani—generasi yang tidak hanya mahir membaca Al-Qur’an, tetapi juga memiliki kedalaman iman, keteguhan moral, serta kecerdasan intelektual. Generasi inilah yang kelak akan diandalkan untuk melanjutkan estafet kepemimpinan daerah di masa depan, baik di tingkat desa, kecamatan, maupun di tingkat Pemerintah Kabupaten Lombok Utara.
“Kita ingin melihat dari perhelatan MTQ ini lahir generasi-generasi muda yang benar-benar Qur’ani, anak-anak muda yang bisa kita andalkan di masa depan untuk melanjutkan estafet kepemimpinan daerah, baik menjadi pimpinan di tingkat desa, kecamatan, hingga di tingkat kabupaten,” ujar Wabup Kusmalahadi yang disambut nada setuju dari seluruh tokoh masyarakat dan undangan yang hadir.
Mantan pejabat teknis ini menekankan bahwa para peserta tidak boleh hanya berhenti pada tingkat kefasihan membaca atau menghafal Al-Qur’an secara lisan. Hal yang jauh lebih mendasar dan krusial adalah kemampuan para qori-qoriah untuk memahami arti, mendalami makna kandungan ayat, serta mengamalkannya dalam tindakan harian. Dengan demikian, Al-Qur’an benar-benar memancar dalam bentuk akhlak yang mulia, tutur kata yang santun, serta perilaku terpuji yang mampu menjadi suri teladan (uswatun hasanah) bagi masyarakat di sekitarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Kus secara khusus mengingatkan seluruh panitia, peserta, dan pengurus kafilah agar tidak terjebak menjadikan MTQ sebagai agenda rutinitas tahunan yang kehilangan ruh spiritualnya. Ia mengingatkan agar ajang ini tidak sekadar dilaksanakan untuk menggugurkan kewajiban program kerja tahunan semata. Sebaliknya, panggung MTQ harus dijadikan sarana menumbuhkan rasa cinta yang mendalam kepada Al-Qur’an dan menjaga tinggi nilai-nilai sportivitas antar-sesama muslim.
“Menang atau kalah dalam sebuah kompetisi adalah hal yang sangat biasa dalam pertandingan. Namun, yang paling utama dan menjadi substansi dasar dari kegiatan malam ini adalah sejauh mana kecintaan kita kepada Al-Qur’an dapat terus tumbuh dan mengakar kuat di dalam dada kita masing-masing,” tegas Wabup Kusmalahadi memberikan edukasi spiritual kepada seluruh hadirin.
Sambil memberikan dorongan semangat kepada kafilah Kecamatan Gangga, Wabup Kus membeberkan catatan prestasi tahun sebelumnya, di mana Kecamatan Gangga berhasil meraih Peringkat Ketiga pada MTQ Tingkat Kabupaten Lombok Utara. Untuk pelaksanaan tahun 2026 ini, Wakil Bupati menargetkan agar kualitas pembinaan qori-qoriah di Gangga dapat makin ditingkatkan, sehingga prestasi yang diraih di tingkat kabupaten nantinya bisa meningkat lebih tinggi lagi dan mampu mengukir sejarah baru bagi masyarakat Gangga.
Guna menjamin keabsahan dan kualitas hasil kejuaraan, Wabup Kusmalahadi melayangkan pesan khusus dan permintaan tegas kepada seluruh jajaran Dewan Hakim yang dilantik. Ia meminta Dewan Hakim untuk bekerja secara profesional, jujur, serta menjunjung tinggi prinsip objektivitas dan keadilan tanpa adanya intervensi atau pesanan dari pihak manapun. Keputusan Dewan Hakim yang murni dan adil dinilai sangat vital guna melahirkan juara-juara sejati yang benar-benar berkualitas dan siap bersaing di level yang lebih tinggi.
“Hal yang paling penting adalah saya memohon kepada seluruh Bapak dan Ibu Dewan Hakim untuk benar-benar objektif dan adil di dalam memberikan penilaian. Jangan ada penilaian berdasarkan pesanan atau kedekatan. Berikan nilai sesuai dengan kemampuan murni para peserta di atas panggung,” pangkas Wabup Kusmalahadi meminta komitmen penegakan keadilan dari jajaran dewan hakim.
Di samping urusan kompetisi, Wakil Bupati Lombok Utara menumpahkan keprihatinannya terhadap tantangan pembinaan etika, adab, dan moralitas generasi muda masa kini yang dinilainya mulai terkikis akibat dampak negatif arus globalisasi dan keterbukaan informasi digital. Ia menilai bahwa perhatian terhadap pendidikan karakter dan penanaman adab kesopanan harus kembali diperketat oleh para orang tua, guru, dan tokoh agama agar anak-anak muda Lombok Utara tidak kehilangan jati diri keislaman dan kearifan lokalnya.
Wabup Kus mengajak seluruh komponen masyarakat di Kecamatan Gangga untuk bersama-sama menanamkan cita-cita besar dan optimisme tinggi ke dalam dada anak-anak sejak usia dini. Orang tua diimbau untuk mendorong anak-anaknya memiliki mimpi besar menjadi pimpinan daerah, ulama besar, teknokrat, atau pejabat negara di masa depan. Penyiapan generasi penerus yang berkarakter kokoh dan berakhlak mulia ini menjadi investasi paling berharga bagi keberlanjutan Pembangunan Kabupaten Lombok Utara.
“Generasi muda kita ini benar-benar harus kita perhatikan dan bina dengan penuh kesungguhan. Dari ajang MTQ inilah lahir qori dan qoriah unggulan kita yang akan bertanding tidak hanya sampai di tingkat kabupaten semata. Mereka harus kita dorong untuk melangkah jauh melampaui batas daerah, bertanding di tingkat provinsi, dan jika Allah mengizinkan, mampu menembus panggung MTQ tingkat nasional membawa harum nama Lombok Utara,” pungkas Wabup Kusmalahadi Syamsuri mengakhiri sambutannya yang disambut tepuk tangan riuh.(mu)


Post Comment